Ping memberi tahu apakah host tujuan merespons, tetapi tidak menunjukkan di mana paket tersendat. Traceroute memetakan jalur paket dan menampilkan latensi per hop, sehingga kamu bisa mempersempit lokasi masalah. Panduan ini membahas langkah menjalankan keduanya dan membaca hasilnya secara berdampingan.
Kapan perlu menjalankan traceroute setelah ping
Hasil ping yang buruk bisa berasal dari server tujuan, jaringan lokal, atau titik di antaranya. Traceroute membantu membedakan ketiganya dengan menunjukkan hop mana yang mulai memperlihatkan lonjakan latensi atau kehilangan paket. Jika ping ke suatu host konsisten tinggi, traceroute akan menunjukkan apakah lonjakan terjadi sejak hop pertama, yang kemungkinan masalah di jaringan lokal atau ISP, atau baru muncul di hop-hop akhir, yang kemungkinan masalah di sisi tujuan.
Jika ping menunjukkan packet loss, traceroute bisa mengungkap apakah loss terjadi di satu hop tertentu atau tersebar. Loss yang hanya muncul di satu hop dan tidak berlanjut ke hop berikutnya sering disebabkan oleh pembatasan ICMP pada router tersebut, bukan gangguan jalur. Untuk memahami arti angka loss dan latensi pada ping, lihat panduan membaca hasil ping.
Langkah 1: Jalankan ping dasar sebagai pembanding
Sebelum traceroute, catat dulu kondisi ping ke host tujuan. Gunakan beberapa percobaan agar hasilnya stabil. Di Windows, buka Command Prompt dan jalankan:
ping -n 20 example.com
Di Linux atau macOS, gunakan:
ping -c 20 example.com
Perhatikan latensi minimum, rata-rata, dan maksimum, serta persentase packet loss. Angka-angka ini menjadi baseline. Jika rata-rata latensi 40 ms tetapi maksimum melonjak ke 300 ms, ada variasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Simpan hasil ini untuk dibandingkan dengan output traceroute.
Langkah 2: Jalankan traceroute ke host yang sama
Traceroute mengirim paket dengan TTL yang bertambah satu per satu, sehingga setiap router di jalur melaporkan diri. Di Windows, perintahnya adalah tracert:
tracert example.com
Di Linux dan macOS, perintahnya traceroute:
traceroute example.com
Di Linux, tambahkan -n untuk melewati resolusi DNS pada setiap hop dan mempercepat proses. Untuk jaringan yang memblokir ICMP, traceroute berbasis TCP atau UDP bisa menjadi alternatif, misalnya tcptraceroute atau opsi -T pada traceroute versi modern. Jika ingin membandingkan hasil dari berbagai lokasi, alat ping online dapat membantu, seperti yang dibahas di daftar tool cek ping online.
Langkah 3: Baca output traceroute per hop
Setiap baris output traceroute menampilkan nomor hop, alamat IP (dan nama host jika resolusi DNS aktif), serta tiga waktu respons dalam milidetik. Pola yang perlu diperhatikan:
- Lonjakan latensi mendadak di satu hop lalu bertahan di hop-hop berikutnya. Ini menandakan titik lambat yang sebenarnya.
- Lonjakan hanya di satu hop lalu kembali normal. Sering disebabkan oleh router yang memprioritaskan trafik lain di atas ICMP, bukan gangguan jalur.
- Tanda bintang (*) berarti tidak ada respons. Jika muncul di beberapa hop berurutan tetapi hop terakhir tetap merespons, jalur kemungkinan besar baik-baik saja.
- Perubahan jalur antar percobaan menunjukkan load balancing atau routing dinamis, yang bisa menjelaskan variasi latensi.
Bandingkan latensi di hop terakhir dengan hasil ping sebelumnya. Jika angka di hop terakhir jauh lebih tinggi daripada ping langsung, ada kemungkinan traceroute melewati jalur yang berbeda atau router tujuan membatasi respons ICMP.
Langkah 4: Ulangi dan bandingkan beberapa kali
Satu kali traceroute tidak cukup untuk menyimpulkan. Jalankan tiga sampai lima kali dengan jeda beberapa menit. Jika lonjakan latensi muncul konsisten di hop yang sama, temuan itu lebih dapat dipercaya. Jika lonjakan berpindah-pindah hop, kemungkinan besar yang kamu lihat adalah variasi wajar atau pembatasan ICMP, bukan gangguan tetap.
Ulangi juga ping dengan jumlah paket lebih banyak, misalnya 50 atau 100, untuk melihat apakah packet loss benar-benar terjadi atau hanya kebetulan. Untuk perbandingan jalur ke berbagai server DNS, kamu bisa mengikuti panduan membandingkan ping ke server DNS.
Langkah 5: Cocokkan temuan dengan konteks jaringan
Setelah data terkumpul, cocokkan dengan informasi yang kamu miliki. Hop pertama adalah gateway lokal; masalah di sini biasanya berkaitan dengan kabel, Wi-Fi, atau router. Hop berikutnya milik ISP; latensi tinggi di sini perlu dilaporkan ke penyedia layanan. Hop terakhir adalah tujuan; jika hanya hop terakhir yang bermasalah, host tujuan atau jaringan di sekitarnya yang perlu diperiksa.
Beberapa penyedia layanan membatasi respons ICMP pada router mereka, sehingga traceroute bisa menampilkan tanda bintang atau latensi tinggi palsu. Jika ping langsung ke host tujuan tetap normal, temuan traceroute yang buruk di hop antara belum tentu mencerminkan pengalaman pengguna sebenarnya.
Ringkasan
Ping dan traceroute bekerja paling baik saat dipakai bersama. Ping memberi gambaran kualitas koneksi ke tujuan, sedangkan traceroute menunjukkan di mana dalam jalur masalah itu muncul. Jalankan ping dengan cukup banyak paket, ambil traceroute beberapa kali, lalu bandingkan hop demi hop. Kesimpulan dari satu kali pengukuran sering menyesatkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah hasil traceroute selalu akurat?
Tidak selalu. Router di jalur dapat membatasi atau memprioritaskan respons ICMP secara berbeda, sehingga latensi yang dilaporkan bisa lebih tinggi daripada yang dialami trafik biasa. Gunakan traceroute sebagai petunjuk, lalu verifikasi dengan ping langsung ke host tujuan dan, jika perlu, ke hop tertentu.
Mengapa traceroute berhenti di tengah jalan?
Beberapa jaringan memblokir paket ICMP atau UDP yang digunakan traceroute. Coba gunakan traceroute berbasis TCP, atau jalankan dari jaringan lain. Jika hop terakhir tetap merespons, kemungkinan besar jalur sebenarnya tidak terputus.
Berapa kali traceroute sebaiknya dijalankan?
Minimal tiga kali dengan jeda beberapa menit. Pola yang konsisten di beberapa percobaan lebih dapat diandalkan daripada satu hasil tunggal. Jika ingin memantau secara berkala, pertimbangkan layanan uptime monitoring yang mencatat latensi dari waktu ke waktu.